KALIMANTAN TIMUR — Greenwich Entertainment resmi mengantongi hak distribusi Amerika Utara untuk Spin Wars, dokumenter soal revolusi kebugaran boutique senilai miliaran dolar. Film ini jadi debut penyutradaraan Philip Byron, mantan kepala unscripted SpringHill Entertainment yang kini memimpin konten orisinal di Shadow Lion milik Tom Brady. Rencananya, Spin Wars bakal dirilis di bioskop pada Desember mendatang.
Spin Wars lebih dulu mencuri perhatian lewat pemutaran perdana dunianya di Tribeca Film Festival. Setelah itu, dokumenter ini melanjutkan perjalanan festivalnya ke Hamptons International Film Festival sebelum akhirnya menemukan rumah distribusi di Greenwich Entertainment.
Kisah di Balik Layar Industri Spin
Dokumenter ini menyorot kebangkitan studio spinning kelas atas seperti SoulCycle, Flywheel, dan Peloton. Dua tokoh sentralnya adalah Ruth Zukerman, co-founder SoulCycle dan Flywheel Sports, serta Marion Roaman, co-founder Peloton. Keduanya dikenal sebagai "godmothers" atau tokoh perintis scene indoor cycling di New York.
Selain kisah para pendiri, Spin Wars menghadirkan sejumlah nama populer sebagai narasumber. Ada Katie Couric, Heather McMahan, Mary Beth Barone, Jill Kargman, Anna Roisman, dan Brandon Kyle Goodman yang turut mewarnai dokumenter ini.
Debut Sutradara Philip Byron
Bagi Philip Byron, Spin Wars bukan sekadar proyek biasa. Film ini menandai langkah pertamanya di kursi sutradara setelah lama berkecimpung di balik layar industri hiburan. Sebelumnya, ia dikenal sebagai kepala unscripted di SpringHill Entertainment, rumah produksi milik LeBron James dan Maverick Carter.
Kini Byron menjabat sebagai head of original content di Shadow Lion, perusahaan media yang didirikan Tom Brady. Pengalaman panjangnya di ranah konten non-fiksi membuat Spin Wars terasa seperti puncak karier yang ia rancang sejak lama.
"Spin Wars has always been a passion project in every sense of the word. I started taking spin classes in New York City back in 2010 and had no idea about the juicy stories unfolding behind the scenes," ujar Byron dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa dokumenter ini menyasar penonton dari berbagai kalangan. "Whether you love or hate group fitness, this documentary has something for you. The world and the people in it are incredibly captivating and entertaining. It's like The Social Network and Desperate Housewives got married, with Lady Gaga or Kesha officiating," lanjutnya.
Byron juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Greenwich Entertainment yang akan membawa film ini ke hadapan penonton. Ia menyebut dukungan Feed the Animals dan Fulwell Entertainment sebagai bagian penting dari perjalanan proyek tersebut.
Siapa di Balik Produksi
Spin Wars diproduksi oleh Feed the Animals dan Fulwell Entertainment. Byron mengerjakan film ini bersama Jillian A.G. sebagai produser, sementara naskahnya ditulis Byron bersama James Thayer.
Sejumlah nama masuk dalam jajaran executive producer, mulai dari Thayer, Stevenson Waite, Naomi Wright, Jamal Henderson, Luke Anderson, hingga Amanda Goldfine. Kombinasi tim ini disebut menjadi salah satu kekuatan dokumenter tersebut.
Jadwal Rilis Desember
Greenwich Entertainment menjadwalkan Spin Wars tayang di bioskop Amerika Utara pada Desember. Tanggal pastinya belum diumumkan, tetapi slot rilis akhir tahun memberi sinyal bahwa film ini diposisikan sebagai salah satu dokumenter yang layak diperhitungkan di musim penghargaan.
Keputusan Greenwich mengambil hak distribusi North American menunjukkan kepercayaan pada potensi komersial cerita di balik industri spinning. Pasalnya, bisnis kebugaran boutique memang tumbuh jadi salah satu sektor paling menguntungkan dalam satu dekade terakhir.
Bagi penonton Indonesia, Spin Wars menambah daftar dokumenter bertema budaya pop dan bisnis yang sayang dilewatkan. Kisah persaingan, ambisi, dan jatuh bangun para pelaku industri kebugaran ini punya daya tarik layaknya drama serial, tapi dikemas dalam format non-fiksi.