Pencarian

Anak Stunting di Halmahera Utara Pulih Setelah 5 Bulan Pendampingan Gizi

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 09:47:32 WIB
Anak Stunting di Halmahera Utara Pulih Setelah 5 Bulan Pendampingan Gizi
Mario Salindeho (4) menjalani pemeriksaan tumbuh kembang bersama tenaga medis di Desa Sasur, Halmahera Utara.

KALIMANTAN TIMUR — Berat badan Mario Salindeho hanya 9 kilogram saat berusia empat tahun, jauh di bawah standar anak seusianya. Setelah lima bulan pendampingan gizi dari program NHM Peduli di Desa Sasur, Halmahera Utara, bocah itu akhirnya dinyatakan keluar dari kondisi stunting. Kisah keluarganya memberi gambaran konkret soal peran skrining rutin dan dukungan pangan bergizi.

Vivi Alvionita sempat bingung ketika berat badan putra keduanya tak kunjung naik. Sejak Mario berumur tiga tahun, angka di timbangan posyandu nyaris tidak bergerak. Ayahnya, Frice Salindeho, menggarap kebun kelapa dan pala milik keluarga seorang diri, lalu menjual hasil panen ke pasar untuk menutup kebutuhan rumah tangga.

Titik terang datang dari skrining yang dilakukan NHM Peduli bersama tenaga medis puskesmas setempat pada April 2026. Saat itu berat badan Mario tercatat hanya 9 kilogram. Hasil pemeriksaan itu kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara sebagai bagian dari pemantauan tumbuh kembang anak.

Berat Badan 9 Kilogram yang Membuat Ibu Cemas

Angka 9 kilogram untuk anak empat tahun jelas di bawah rentang normal. Vivi mengaku sempat khawatir karena nafsu makan anaknya rendah dan berat badannya sulit bertambah.

“Sejak umur tiga tahun, berat badannya memang susah naik,” ungkap Vivi, seperti dikutip dari keterangan program NHM Peduli.

Mario sendiri sudah mengikuti pendidikan anak usia dini di desanya. Ia biasa menemani sang ibu membantu ayahnya di kebun, aktivitas yang membuat energi anak mudah terkuras bila asupan makanannya tidak memadai.

Bantuan Gizi Selama April–Agustus 2026

NHM Peduli menindaklanjuti hasil skrining dengan dukungan pemenuhan gizi berupa nasi, ikan, sayur, dan lauk-pauk. Mario juga menerima enam kardus susu untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya.

Pendampingan berlangsung selama periode April hingga Agustus 2026. Dari semua bantuan, susu menjadi yang paling disukai Mario. Bagi Vivi, perubahan nafsu makan anaknya adalah dampak yang paling terasa.

“Mario senang sekali kalau dikasih susu. Setelah ada susu, dia jadi semangat makan lagi,” tutur Vivi.

Tanda Perubahan yang Terlihat Sehari-hari

Seiring berjalannya pendampingan, berat badan Mario meningkat. Perubahan lain muncul pada aktivitas hariannya: ia kini lebih aktif bergerak dan semakin banyak berbicara.

Bagi Vivi, tingkah anak yang makin cerewet justru jadi kabar baik. Ia menyaksikan sendiri perubahan kondisi putranya dari bulan ke bulan, sesuatu yang tidak terjadi saat berat badan Mario mandek di angka 9 kilogram.

Hasil skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis puskesmas memastikan Mario keluar dari kondisi stunting. Data itu kembali divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

“Berdasarkan hasil skrining lanjutan di lapangan bersama tenaga medis dari puskesmas setempat, yang kemudian divalidasi dan ditabulasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Mario akhirnya dilaporkan telah keluar dari kondisi stunting,” ungkap Cost Control NHM Peduli, Fenny Baud.

Pemantauan Lanjutan di Posyandu

Keluar dari stunting bukan berarti pendampingan berhenti. Puskesmas setempat tetap memantau tumbuh kembang Mario melalui layanan posyandu agar kebutuhan gizinya terus terpenuhi dan berat badannya tidak kembali turun.

Vivi berharap program serupa terus berjalan, terutama bagi keluarga di lingkar tambang yang menghadapi keterbatasan akses pangan bergizi.

“Semoga programnya lancar terus ke depannya dan bisa membantu anak-anak yang membutuhkan di lingkar tambang,” harap Vivi.

Kapan Ibu Perlu Memeriksakan Berat Badan Anak

Kasus Mario menunjukkan pentingnya memantau berat badan anak secara rutin di posyandu. Bila berat badan tidak naik selama dua bulan berturut-turut, anak sulit makan dalam waktu lama, atau terlihat lemas dan kurang aktif, segera konsultasikan ke puskesmas atau dokter anak.

Skrining awal memungkinkan intervensi gizi dilakukan lebih cepat, sebelum kondisi anak berkembang ke tahap yang lebih berat. Catat juga pola makan harian dan riwayat penyakit anak agar tenaga medis lebih mudah menelusuri penyebabnya.

Kisah Mario membuktikan bahwa pemantauan rutin, asupan bergizi, dan pendampingan yang konsisten bisa mengubah arah tumbuh kembang anak. Untuk ibu yang sedang berjuang menaikkan berat badan si kecil, langkah pertama selalu sama: timbang, catat, lalu konsultasikan.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indotimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks