SAMARINDA — Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda, Adrian Sitompul, menyatakan mesin pembangkit tambahan berkapasitas 5 MW mulai diberangkatkan dari Samarinda menuju Kutai Barat. Proses mobilisasi berjalan bersamaan dengan persiapan infrastruktur pendukung di lokasi tujuan.
PLN mengawal pengiriman bersama pihak terkait agar pekerjaan di lapangan tidak menunggu peralatan tiba. Sejumlah persiapan sudah disiapkan sejak mesin masih dalam perjalanan.
Fondasi hingga Tangki BBM Disiapkan Sebelum Mesin Tiba
Infrastruktur pendukung yang dibangun mencakup fondasi mesin, fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM), serta sarana penyaluran daya. Seluruh fasilitas itu diperlukan untuk menopang pengoperasian pembangkit tambahan.
"Kami terus mengawal proses mobilisasi ini bersama pihak terkait, sekaligus memastikan persiapan di lokasi berjalan seiring dengan perjalanan mesin," kata Adrian, dikutip dari keterangan resmi PLN, Sabtu 17 Oktober 2026.
Menurut Adrian, setiap tahapan diupayakan selesai sesuai kesiapan teknis dan aspek keselamatan. Mesin tambahan tidak dirancang untuk langsung menyala begitu tiba di Melak.
Mengapa 5 MW Belum Langsung Menambah Pasokan Listrik
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor penentu sebelum mesin dapat dioperasikan. Setibanya di Melak, PLN masih harus menyelesaikan pemasangan, penyambungan, serta pemeriksaan dan pengujian teknis.
"Seluruh proses tersebut kami persiapkan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan kesesuaian standar operasional," jelas Agung.
Artinya, tambahan kapasitas 5 MW baru akan terasa setelah rangkaian pekerjaan teknis itu rampung. Belum ada keterangan pasti kapan mesin mulai beroperasi.
Pembangkit Eksisting Dioptimalkan Selama Penanganan Berjalan
Selain mendatangkan mesin tambahan, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia. Perusahaan juga menangani unit yang mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan di Melak dan sekitarnya.
Adrian mengakui kondisi kelistrikan saat ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Gangguan pasokan memengaruhi aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha warga.
"Kami menyampaikan permohonan maaf dan terus mengupayakan langkah-langkah penanganan, mulai dari optimalisasi pembangkit yang tersedia hingga penambahan kapasitas 5 MW ini," katanya.
PLN menyatakan akan mengawal seluruh proses agar perbaikan pasokan listrik di Kabupaten Kutai Barat berlangsung secara bertahap. Tambahan kapasitas 5 MW diharapkan meningkatkan daya mampu pasokan listrik di Melak dan wilayah sekitarnya.