Pencarian

Bose Resmi Akuisisi Skullcandy, ANC Premium Segera Masuk ke Buds Murah

Kamis, 22 Oktober 2026 • 17:17:01 WIB
Bose Resmi Akuisisi Skullcandy, ANC Premium Segera Masuk ke Buds Murah
Bose resmi mengakuisisi Skullcandy untuk memperluas penerapan teknologi audio dan noise cancellation pada lini produk yang lebih terjangkau.

KALIMANTAN TIMUR — Bose resmi mengakuisisi Skullcandy, membuka jalan bagi kehadiran fitur noise cancellation dan tuning audio premium Bose ke lini earbuds dan headphone Skullcandy yang lebih terjangkau. Skullcandy yang berbasis di Park City, Utah, dikenal lewat speaker pesta portabel, headphone workout, dan buds dengan harga di bawah produk Bose. Langkah ini menjawab kekhawatiran soal masa depan positioning Bose di pasar audio konsumen.

Bose selama beberapa tahun terakhir memang sudah membantu sejumlah merek lain dalam hal tuning audio dan penyediaan fitur. Skullcandy menjadi salah satu penerima manfaat paling menonjol dari kerja sama itu, terlihat pada Method 360, Crusher 1080, dan yang terbaru Noise Master Buds Open yang sempat dicoba di ajang IFA Berlin.

Alih-alih sekadar berbagi teknologi, Bose kini mengambil alih seluruhnya. Akuisisi ini disebut tidak akan mengubah banyak hal pada operasional Skullcandy, tetapi memastikan lebih banyak produk mereka mendapat sentuhan teknologi Bose.

Dampak Langsung ke Lini Produk Skullcandy

Ke depan, label Sound By Bose dan teknologi noise cancellation Bose berpeluang besar hadir di lebih banyak perangkat Skullcandy, bukan hanya model flagship. Ini kabar baik bagi lini headphone, speaker, dan earbuds non-flagship Skullcandy yang selama ini berada di segmen harga lebih ramah kantong.

Sebelum akuisisi, produk-produk tersebut kecil kemungkinan mendapat "sentuhan ajaib" Bose. Kini Bose punya ruang lebih lebar untuk menerapkan teknologinya secara agresif tanpa khawatir kehilangan diferensiasi.

Pernyataan Bos Bose soal Strategi Teknologi

Beberapa pekan sebelum kabar akuisisi muncul, Presiden Premium Audio Bose Raza Haider sudah memberi gambaran soal arah strategi perusahaan. Dalam wawancara dengan Audio Editor TechRadar Becky Scarrott pada 30 September, Haider menjelaskan alasan Bose membagikan teknologinya ke merek lain.

"We exist as a company to produce great sound, through audio research," ujar Haider. "Our products are a very small way of that research manifesting itself onto human beings in the world. The more places we can find for that technology to land, the more service we're doing for the vision of the company."

Haider juga menegaskan Bose tidak ingin menjadi pemain tunggal yang mencakup semua segmen. Menurutnya, satu merek tidak bisa menyentuh setiap titik hasrat konsumen tanpa berubah menjadi raksasa teknologi generik.

"Bose cannot be that brand, or that company, that delivers all those use cases. One brand can't cover every single passion point, otherwise it becomes a plain vanilla tech giant," kata Haider.

Posisi Bose di Pasar Audio Konsumen

Akuisisi ini memperlihatkan Bose tengah memikirkan ulang cara mempertahankan posisi uniknya di pasar audio. Alih-alih bersaing langsung di semua lini harga, Bose memilih memperluas jangkauan teknologinya lewat merek yang sudah punya basis pengguna di segmen lebih murah.

Bagi pengguna Indonesia yang mengincar earbuds dengan ANC mumpuni tapi terkendala harga Bose yang tinggi, perkembangan ini berpotensi menghadirkan opsi lebih terjangkau dengan kualitas audio dan peredam bising yang selama ini jadi ciri khas Bose.

Skullcandy sendiri belum merinci produk apa saja yang akan lebih dulu mendapat fitur Bose, termasuk apakah lini terbarunya akan masuk pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks