KALIMANTAN TIMUR — Apple dijadwalkan memperkenalkan MacBook Pro generasi baru pada 28 Oktober di Los Angeles, membawa layar OLED, dukungan layar sentuh, dan desain lebih ringan untuk pertama kalinya sejak 2021. Selain itu, muncul spekulasi kuat soal dukungan konektivitas seluler 5G, meski Apple belum mengonfirmasi apakah fitur tersebut benar-benar hadir.
Acara bertajuk "Pro and tell" tersebut kemungkinan tidak disiarkan secara streaming. Formatnya berupa sesi hands-on terbatas untuk media dan influencer, bukan peluncuran publik seperti acara WWDC atau September Event.
Perangkat yang Diprediksi Hadir
Selain MacBook Pro OLED, Apple disebut akan membawa sejumlah perangkat lain dalam acara tersebut. Berikut daftarnya berdasarkan laporan yang beredar:
- iPad mini dengan layar OLED
- MacBook Pro dengan layar OLED dan dukungan sentuh
- iMac versi penyegaran
- MacBook Pro 14 inci model dasar dengan chip M6
Menariknya, MacBook Pro OLED yang jadi bintang acara justru diprediksi memakai chip M5 Pro dan M5 Max, bukan M6. Chip M6 baru akan muncul di iMac dan MacBook Pro 14 inci model dasar.
Peluang Dukungan Seluler 5G
Isu konektivitas seluler di MacBook sebenarnya bukan barang baru. Pada 2024, analis Bloomberg Mark Gurman melaporkan Apple tengah meneliti kemungkinan MacBook dengan koneksi seluler yang bisa meluncur paling cepat 2026.
Saat itu Gurman menyebut Apple sedang menguji modem generasi kedua pada perangkat MacBook. Modem tersebut diduga adalah C2, chip yang juga diprediksi dipakai iPhone 18 Pro dan iPhone Duo.
Petunjuk lain datang dari laporan Filipe Esposito di Macworld tahun lalu. Esposito menyebut Apple menguji konfigurasi MacBook Pro berbasis chip M5 Pro dengan modem C1. Fakta bahwa pengujian memakai chip M5 Pro jadi relevan, karena MacBook Pro anyar pekan ini memang debut dengan M5 Pro dan M5 Max.
Belum Ada Bocoran yang Menegaskan
Hingga kini tidak ada bocoran substansial soal dukungan seluler di lini MacBook Pro terbaru. Namun, tidak ada pula bocoran yang secara eksplisit membantahnya.
Artinya, status fitur 5G di MacBook Pro baru masih abu-abu. Jawabannya baru akan jelas dalam hitungan hari, tepat saat Apple menggelar acara 28 Oktober mendatang.
Konteks Pasar dan Pengguna Indonesia
Untuk pengguna di Indonesia, dukungan seluler di MacBook berpotensi mengubah cara bekerja saat bepergian. Laptop dengan koneksi 5G bisa online tanpa bergantung pada hotspot ponsel atau Wi-Fi publik.
Namun, fitur ini biasanya menuntut biaya tambahan berupa langganan data dan harga perangkat yang lebih tinggi. Apple juga perlu memastikan dukungan operator lokal di Indonesia jika fitur tersebut benar-benar dirilis.
MacBook Pro OLED ini paling cocok untuk kreator konten, editor video, dan profesional mobile yang butuh layar akurat serta mobilitas tinggi. Sementara pengguna kasual sebaiknya menunggu konfirmasi resmi soal harga dan ketersediaan di pasar Indonesia.