Pencarian

PKBM di Balikpapan Bekali Warga Putus Sekolah dengan Keterampilan, Tak Sekadar Kejar Ijazah Kesetaraan

Senin, 12 Oktober 2026 • 12:16:31 WIB
PKBM di Balikpapan Bekali Warga Putus Sekolah dengan Keterampilan, Tak Sekadar Kejar Ijazah Kesetaraan
Warga putus sekolah mengikuti program pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan di PKBM Balikpapan.

BALIKPAPAN — Warga Balikpapan yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal mendapat jalur alternatif melalui PKBM. Lembaga pendidikan nonformal itu menyediakan program kesetaraan sekaligus pelatihan keterampilan agar lulusan punya bekal bekerja atau berwirausaha.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan bahwa orientasi PKBM tidak berhenti pada ijazah. Peserta didorong memiliki kemampuan yang bisa langsung dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Ini paket komplit. Ada akademik, skill, karakter, sampai pelatihan kewirausahaan. Jadi mereka yang lulus pun nanti dipikirkan setelah lulus mau ngapain," kata Bagus saat ditemui media, Senin (12/10/2026).

Pendataan Warga Putus Sekolah Jadi Langkah Awal

Pengelola PKBM lebih dulu mendata warga yang tidak lagi mengikuti pendidikan formal. Dari data itu, peserta diarahkan mengikuti program kesetaraan sesuai latar belakang dan kebutuhan pendidikan mereka.

Bagus menyebut peserta PKBM datang dari latar belakang dan usia yang beragam. Karena itu, layanan pendidikan tidak bisa diseragamkan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan tiap kelompok.

"Selain memberikan pendidikan kesetaraan, PKBM juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, pembentukan karakter dan pelatihan kewirausahaan," ucapnya.

PLN Nusantara Power dan Yayasan Sinergi Nusantara Terlibat

Pelaksanaan program PKBM di Balikpapan melibatkan kolaborasi PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan bersama Yayasan Sinergi Nusantara. Bagus mengapresiasi kerja sama itu karena dinilai memperluas kesempatan warga mendapatkan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan.

Pemkot Balikpapan berharap semakin banyak perusahaan swasta ikut terlibat dalam program serupa. Dukungan dunia usaha dinilai dapat memperluas jangkauan pendidikan nonformal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap ada perusahaan-perusahaan swasta yang mengambil hasil dari Kota Balikpapan atau Kaltim, tetapi juga mengembalikannya kepada masyarakat dalam bentuk bantuan dan pemberdayaan masyarakat, baik pemuda maupun masyarakat luas," harap Bagus.

Kontribusi Perusahaan Tak Harus Berupa Sarana Pendidikan

Menurut Bagus, bentuk dukungan perusahaan tidak terbatas pada bantuan sarana pendidikan. Kontribusi juga bisa diwujudkan lewat program pemberdayaan yang memberi manfaat jangka panjang bagi warga.

Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat, PKBM diharapkan menjadi salah satu jalan bagi warga putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.

"Melalui pendekatan tersebut, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberi kesempatan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga membangun bekal untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja," pungkasnya.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: seputarfakta.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks