BALIKPAPAN — Upacara di Makodam VI/Mulawarman diikuti seluruh prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan satuan tersebut. Pembacaan amanat Panglima TNI dilakukan dalam rangkaian upacara 17 Oktober 2026 yang digelar di Balikpapan.
Brigjen TNI Deni Sukwara menyampaikan sejumlah penekanan Panglima TNI di hadapan peserta upacara. Fokusnya bukan hanya kesiapan operasional, tetapi juga perilaku personel di luar kedinasan.
Daftar Pelanggaran yang Diminta Dijauhi Prajurit
Amanat Panglima TNI menyebut sejumlah bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang harus dihindari personel. Rinciannya:
- Tindak kriminal
- Penyalahgunaan narkoba
- Perjudian daring (judol)
- Penipuan dan pemerasan
- Kekerasan
- Penyalahgunaan kewenangan
Menurut amanat tersebut, setiap pelanggaran berpotensi merusak citra institusi dan menurunkan kepercayaan rakyat terhadap TNI. Karena itu, disiplin dan kepatuhan hukum diminta menjadi bagian dari jati diri setiap prajurit.
Komandan Satuan Diminta Jadi Teladan dan Lakukan Pengawasan Melekat
Para komandan satuan mendapat penekanan tersendiri. Mereka dituntut menjadi teladan, melaksanakan pengawasan melekat, dan meningkatkan kepedulian terhadap anggotanya.
Instruksi itu menyasar lapisan komando, bukan hanya personel di tingkat bawah. Pengawasan melekat disebut sebagai kunci agar persoalan disiplin terdeteksi lebih awal di masing-masing satuan.
Kesiapsiagaan Operasional dan Penguasaan Teknologi Pertahanan
Selain soal perilaku, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan kemampuan deteksi dini. Penguasaan teknologi pertahanan serta soliditas satuan juga disebut penting menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan harus diimbangi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Keseimbangan itu dinilai mendukung kesiapan satuan dalam berbagai tugas, termasuk operasi militer dan penanggulangan bencana alam.
Kehadiran Prajurit Harus Memberi Rasa Aman di Tengah Warga
Panglima TNI mengingatkan bahwa kehadiran prajurit di tengah masyarakat harus memberikan rasa aman dan menjaga kepercayaan rakyat. Wujudnya adalah perilaku berintegritas, sikap humanis, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum.
Kepatuhan itu berlaku dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut relevan bagi satuan yang wilayah tugasnya mencakup Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Melalui upacara ini, prajurit dan PNS Kodam VI/Mlw diharapkan memperkuat komitmen menaati hukum dan menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan. Jati diri prajurit TNI yang PRIMA — Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif — disebut menjadi landasan menjaga kehormatan institusi sekaligus mendukung tugas pokok TNI AD di wilayah tersebut.