KALIMANTAN TIMUR — BYD Atto 1 generasi kedua resmi meluncur di China dengan harga mulai 65.900 yuan atau sekitar Rp 177,2 juta, lebih murah Rp 10 jutaan dari model sebelumnya. Hatchback listrik ini kini memakai penggerak roda belakang dan motor 95 kW, plus flash charging 10-70 persen dalam 5 menit di tiga varian atas. Tapi varian termurah belum kebagian flash charging maupun baterai 420 km.
Peluncuran berlangsung di Zhengzhou, Henan, China, dengan lima varian sekaligus. Di negeri asalnya mobil ini dijual sebagai BYD Seagull, sementara di Indonesia dikenal dengan nama Atto 1. Rentang harganya 65.900 yuan sampai 99.900 yuan, atau sekitar Rp 177,2 juta hingga Rp 268 juta dengan kurs 1 yuan = Rp 2.689.
Angka itu menempatkan generasi kedua di bawah model tahun 2026 yang sebelumnya dibanderol mulai 69.900 yuan. Selisih 4.000 yuan terdengar kecil, tapi di segmen hatchback listrik murah setiap potongan harga berarti.
Harga Turun, Tenaga Naik Dua Kali Lipat
Perubahan paling signifikan ada di sistem penggerak. Atto 1 generasi baru memakai penggerak roda belakang (RWD), bukan lagi penggerak roda depan seperti model yang beredar sekarang.
Motor listriknya juga jauh lebih besar. Dua varian berjarak tempuh 320 km memakai motor 85 kW, sedangkan tiga varian 420 km memakai 95 kW. Sebagai perbandingan, Atto 1 yang dijual di Indonesia saat ini hanya 55 kW. Lonjakan ini terasa besar untuk kelasnya.
Konsekuensinya, karakter berkendara berubah. RWD pada hatchback listrik kecil biasanya memberi radius putar lebih baik dan traksi berbeda saat jalan menanjak atau permukaan licin. Perlu uji jalan langsung untuk memastikan apakah ubahan ini benar-benar terasa di kemudi.
Dua Pilihan Baterai: 320 km dan 420 km CLTC
BYD memisahkan lineup jadi dua kelompok berdasarkan baterai. Varian Vitality dan Freedom memakai baterai 30,1 kWh dengan klaim jarak tempuh 320 km versi CLTC. Keduanya tidak dilengkapi flash charging.
Varian Comfort, Flying, dan Smart memakai baterai 39,2 kWh dengan jarak tempuh 420 km CLTC. Tiga varian inilah yang mendukung pengisian cepat, dengan klaim 10 persen ke 70 persen hanya dalam 5 menit.
Catatan penting soal angka CLTC: standar pengujian China ini dikenal lebih longgar dibanding WLTP maupun EPA. Jarak tempuh real-world biasanya lebih rendah, terutama saat AC menyala di iklim tropis. Angka 420 km sebaiknya dibaca sebagai batas atas, bukan ekspektasi harian.
Flash Charging 5 Menit, Tapi Tidak untuk Semua
Klaim pengisian 10-70 persen dalam 5 menit adalah fitur yang paling banyak dibicarakan. Masalahnya, fitur ini eksklusif untuk tiga varian atas yang harganya mulai 75.900 yuan atau sekitar Rp 204 juta.
Pembeli dua varian terbawah tidak mendapatkannya sama sekali. Ini pembagian yang wajar secara bisnis, tapi konsumen perlu tahu sebelum tergiur harga pembuka Rp 177 juta.
Sebagai insentif peluncuran, pembeli tiga varian ber-flash charging yang memakai kendaraan untuk keperluan non-komersial mendapat pengisian daya gratis selama satu tahun di stasiun fast charging BYD. Hitungannya mulai dari tanggal serah terima kendaraan.
Daftar Harga Lengkap di China
- Vitality Edition: 65.900 yuan (Rp 177 jutaan) — baterai 30,1 kWh, 320 km, motor 85 kW
- Freedom Edition: 72.900 yuan (Rp 196 jutaan) — baterai 30,1 kWh, 320 km, motor 85 kW
- Ease Edition: 75.900 yuan (Rp 204 jutaan) — baterai 39,2 kWh, 420 km, motor 95 kW, flash charging
- Flight Edition: 82.900 yuan (Rp 222 jutaan) — baterai 39,2 kWh, 420 km, motor 95 kW, flash charging
- Smart Edition: 99.900 yuan (Rp 268 jutaan) — baterai 39,2 kWh, 420 km, motor 95 kW, flash charging
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu di Indonesia
Harga Rp 177 juta itu berlaku di China. Belum ada konfirmasi resmi soal harga maupun jadwal masuk Indonesia, dan angka OTR lokal biasanya jauh lebih tinggi setelah pajak, bea masuk, dan penyesuaian spesifikasi.
Atto 1 yang dijual sekarang di Indonesia juga masih memakai motor 55 kW dan penggerak roda depan. Artinya, kalau generasi kedua masuk, selisih performa dengan unit yang sudah ada di jalan akan cukup mencolok — sesuatu yang perlu dipertimbangkan pembeli yang sedang menimbang unit lama dengan diskon.
Soal flash charging, perlu dipastikan apakah infrastruktur stasiun pengisian cepat BYD di Indonesia sudah siap menyalurkan daya sebesar yang dibutuhkan teknologi ini. Klaim 5 menit hanya berlaku jika charger-nya mendukung.
Untuk pasar China, kombinasi harga turun, tenaga naik, dan RWD membuat Atto 1 generasi kedua lebih kompetitif di segmen hatchback listrik entry-level. Untuk Indonesia, semuanya masih bergantung pada harga akhir dan paket fitur yang dibawa nanti.