KALIMANTAN TIMUR — Selama Januari-September 2026, Nissan Livina mencatatkan nol unit distribusi ke dealer di Indonesia, padahal pabrik di Cikarang tetap memproduksi 1.622 unit untuk pasar Filipina. Di sisi lain, Toyota Avanza masih memimpin kelas LMPV dengan 30.337 unit, sementara BYD M6 menyalip Mitsubishi Xpander di posisi ketiga.
Data wholesales Gaikindo periode Januari-September 2026 memperlihatkan satu anomali di segmen Low MPV: Nissan Livina tercatat nol unit distribusi, turun total dari 133 unit pada periode yang sama tahun lalu. Angka nol itu bukan karena lini produksi berhenti — pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Cikarang, Jawa Barat, masih merakit kembaran Mitsubishi Xpander tersebut.
Seluruh unit yang keluar dari lini produksi Cikarang dialokasikan untuk ekspor ke Filipina. Akumulasi produksi Livina Januari-September 2026 mencapai 1.622 unit, dan tidak satu pun di antaranya diarahkan ke jaringan dealer dalam negeri.
Peta Kekuatan LMPV: Avanza Masih di Puncak
Toyota Avanza mempertahankan posisi teratas dengan 30.337 unit, disusul Toyota Veloz di peringkat kedua dengan 18.169 unit. Keduanya masih menjadi tulang punggung segmen ini meski pasar mulai dibanjiri opsi elektrifikasi.
Kejutan datang dari BYD M6. Kombinasi varian BEV dan PHEV membawa MPV listrik asal Tiongkok itu ke posisi ketiga dengan 12.194 unit, menyalip Mitsubishi Xpander yang membukukan 11.299 unit. Hyundai Stargazer menyusul di posisi kelima dengan 5.042 unit.
- Toyota Avanza — 30.337 unit
- Toyota Veloz — 18.169 unit
- BYD M6 (BEV+PHEV) — 12.194 unit
- Mitsubishi Xpander — 11.299 unit
- Hyundai Stargazer — 5.042 unit
- Daihatsu Xenia — 4.465 unit
- Wuling Confero — 940 unit
- Suzuki Ertiga — 873 unit
- Nissan Livina — 0 unit
Kenapa Livina Nol di Dealer Tapi Pabrik Tetap Jalan
Keputusan mengalihkan seluruh produksi Livina ke pasar ekspor menjelaskan angka nol di data wholesales domestik. Secara praktis, Livina kini berstatus produk ekspor yang dirakit di Indonesia, bukan lagi pemain aktif di ruang pamer dalam negeri.
Bagi calon pembeli, kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal ketersediaan unit baru, kelangkaan stok di dealer, dan nilai jual kembali jangka panjang. Nissan belum memberikan keterangan resmi soal strategi ini dalam data yang dihimpun Gaikindo.
Ertiga dan Confero: Nama Besar dengan Angka Kecil
Lebih mengejutkan lagi, Suzuki Ertiga hanya mengantongi 873 unit selama sembilan bulan. Angka itu jauh di bawah Wuling Confero yang mencatat 940 unit, padahal Ertiga pernah menjadi salah satu penopang utama pasar MPV Indonesia.
Daihatsu Xenia melengkapi daftar dengan 4.465 unit. Posisinya sebagai versi kembar Avanza tak serta-merta mendongkrak penjualan ke level yang sama.
Apa Artinya untuk Calon Pembeli LMPV
Pergeseran ini memberi sinyal jelas: segmen LMPV kini punya tiga kutub — pemain bensin mapan seperti Avanza dan Veloz, pendatang listrik seperti BYD M6, dan nama-nama lama yang mulai tergerus seperti Ertiga dan Livina.
Kalau kamu mencari MPV dengan jaringan servis luas dan nilai jual kembali stabil, Avanza dan Veloz masih pilihan aman. BYD M6 menarik bagi yang ingin masuk ke elektrifikasi tanpa meninggalkan format MPV, meski perlu dicek kesiapan infrastruktur pengisian daya di daerahmu.
Untuk Livina, statusnya sebagai produk ekspor membuat pembelian unit baru berisiko dari sisi ketersediaan suku cadang jangka panjang. Calon pembeli sebaiknya memastikan dulu stok dan dukungan purna jual ke dealer resmi sebelum memutuskan.